Dua klub raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid adalah dua klub sepak bola yang selalu menjadi rival abadi. Permusuhan abadi dua klub ...
Dua klub raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid adalah dua klub sepak
bola yang selalu menjadi rival abadi. Permusuhan abadi dua klub ini menyebar
hingga nun jauh dari Spanyol. Di Indonesia, tepatnya di Pontianak, aroma
persaingan itu juga terasa pada para penggemarnya. Indo Barca dan Madridista.
Budi Rahman adalah satu diantara para penggemar fanatik Klub Sepak Bola,
Barcelona FC. Di rumahnya, ada sebuah foto besar dimana Budi, istri, dan kedua
anaknya menggunakan kaos Barcelona mengucapkan selamat hari raya. “Kami sekeluarga
adalah penggemar Barcelona,” ujar Budi Rahman, yang sehari-hari bekerja sebagai
wartawan. Foto ini memberi kesan yang kuat betapa Budi Rahman sangat menggemari
Barcelona.
Kecintaan pada Barcelona bahkan menular pada kedua anaknya. Sekarang dua
anaknya yang masing- masing masih berusia 6 dan 5 tahun sudah hafal sebagian
besar pemain Barcelona.
Budi sudah menyukai Barca sejak dia
duduk di bangku SMP. Saat itu Barcelona masih dilatih Johan Cruyft, tahun 1992.
Budi menyebut dirinya penggemar fanatik rasional. “Bukan fanatik buta, ya,”
ujarnya. “Saya tidak menafikan klub lain. Saya akui, MU
(Manchester United) dan Juve (Juventus)
itu hebat. Tapi, lebih dari semuanya Barca yang paling hebat,” lanjutnya.
Viryan Aziz adalah penggemar lain FC Barcelona. Barcelona atau biasa disingkat barca adalah satu diantara klub terkuat di
Spanyol. Dia sangat mencintai klub
bola ini karena teknik permainan yang dinilainya sangat indah. Selain itu, yang
lebih memikatnya adalah sejarahnya Barcelona. “Klub ini punya sejarah yang
menawan. Sejarah pemberontakan. Jadi Barcelona adalah simbol pemberontakan,” ujar
Ketua KPU Kota Pontianak ini.
Kecintaan
pada Barcelona menyatukan mereka dalam satu organisasi fans club yang bernama
Indo Barca. Teknik bermain dan sejarah masa lalu Barcelona memikat para Indo
Barca hingga menjadi penggemar fanatik.
Barcelona
adalah sebuah kota di Spanyol dan merupakan ibukota wilayah otonom Katalonia. Viryan
Aziz menganggap Barcelona bukan sekadar sebuah klub sepakbola, tetapi lebih
sebagai sebuah simbol perlawanan. Dalam bahasa spanyol disebut 'El Barca Es Mas Que Un
Club'. Semangat perwalanan itulah yang menurutnya bisa diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Semangat untuk lebih memacu diri supaya lebih baik.
Dari sisi lain, Viryan memuji proses pembinaan pemain di Barcelona. “Mereka
lebih mengutamakan pemain yang mereka di akademi Lamasia ketimbang membeli
pemain mahal dari luar.”
Indo Barca, biasanya berkumpul di Kafe Texas di jalan Pahlawan, Pontianak.
Joko, pengelola kafe Texas mengatakan, kafe ini selalu dipenuhi penggemar Barca
saat klub ini sedang bertanding. “Di sini ada sekitar 200 kursi. Tapi tak cukup
kalau Barcelona main. Banyak terpaksa berdiri,” cerita Joko.
Selain bagi penggemar Barca, Kafe Texas juga menjadi home base bagi
penggemar Juventus atau biasa disebut juventini. “Sebenarnya sih lebih
dulu penggemar Juventus. Tapi orang malah lebih kenal kafe ini (sebagai) kafe
Barca,” cerita Joko.
Cukup mengherankan
sebenarnya, bagaimana klub luar itu mampu mempengaruhi orang-orang yang
berjarak, bukan sekadar antar pulau tetapi benua. Tapi begitulah, permainan
cantik sebuah klub bola telah menyihir banyak orang sehingga menjadi penggemar
fanatik.
Pay Jarot Sujarwo
adalah penggemar Real Madrid. Pri yang berprofesi sebagai penulis ini bahkan rela terbang
ke Eropa. Tepatnya ke Kota Madrid, Spanyol untuk melihat secara langsung
stadion Santiago Bernabeu yang merupakan markas klub kecintaannya Real Madrid.
Pay merasa sangat senang bisa melihat langsung Stadion tersebut. Pulang ke
Indonesia rasa cintanya pada Madrid makin bertambah. Jika Madrid bertanding,
Pay tidak akan menyia-nyiakannya.
“Kalau Madrid main saya pasti
menonton,” ujar Pay. Biasanya Pay menonton di kafe bersama para penggemar
lainnya. Klub bola yang dia tidak sukai tentu saja Barcelona yang merupakan
musuh bebuyutan Real Madrid. Para penggemar Real Madrid menyebut diri sebagai
Madridista. Di Pontianak mereka biasa berkumpul di Kafe Champion di Jalan Imam
Bonjol.
Real Madrid adalah sebuah klub sepak bola profesional yang berbasis di kota
Madrid, Spanyol yang didirikan pada 6 Maret 1902. Sejak tahun 2000-an, Real
Madrid dikenal sebagai tim yang gemar membeli pemain-pemain mahal berkelas
dunia, sehingga diberikan julukan baru, yaitu Los Galácticos (tim galaksi). Duel
Madrid dan Barcelona sering disebut el clasico.
Penggemar lain, Firanda bercerita, adakalanya dia sampai berdebat dengan
teman baiknya gara-gara berbeda klub. Firanda adalah penggemar Madrid,
sementara teman baiknya adalah fans barca. Walau berteman, sering kali mereka
terasa seperti musuh kala dua klub itu berduel. “Pernah kami saling tak
bertegur,” ujarnya sembari tertawa. “Tapi, setelah pertandingan usai, kami kembali ke dunia nyata.” (**)
COMMENTS