FILM SAMBAS:

Syamsuri menunjukkan dua film hasil produksinya bersama rekan-rekannya di Sambas. Dia belajar membuat film secara otodidak. Syamsuri, S...

Syamsuri menunjukkan dua film hasil produksinya bersama rekan-rekannya di Sambas. Dia belajar membuat film secara otodidak.
Syamsuri, Sosok Pembuat Film Asal Kabupaten Sambas
Belajar Secara Otodidak, Nekat Produksi Dua Film Sekaligus

Syamsuri hanya lulus sekolah dasar. Dia tak pernah belajar secara khusus untuk memproduksi sebuah film. Namun berbekal kemauan keras, lelaki yang biasa disapa Allonk itu mampu memproduksi dua film sekaligus.

Pontianak Post bertemu dengan Syamsuri saat dia tengah berada di Pontianak Jumat lalu. Syamsuri baru saja menyelesaikan pengambilan gambar film dokumenter tentang lingkungan yang dibiayai sebuah lembaga. Pada koran ini dia bercerita banyak mengenai upayanya belajar membuat film.

Pria yang hanya lulusan sekolah dasar itu pada awalnya sama sekali tak mengerti bagaimana cara membuat film. Dia memang tak pernah sekalipun menimba ilmu pembuatan film secara formal. Dia hanya kerap terkesima saat menonton film di televisi atau DVD.

Syamsuri sering bertanya dalam hati, bagaimana orang-orang itu bisa membuat film yang enak ditonton. “Saya kerap penasaran bagaimana orang membuat film. Saya juga kerap berfikir apakah saya juga bisa membuat film seperti itu?” ujarnya sembari tersenyum.

Dia pun kemudian mulai belajar cara mengambil gambar video. Namun saat itu dia tak punya kamera. Supaya bisa belajar dia kerap meminjam kamera milik temannya. “Saya kerap coba-coba shooting gambar. Saya pelajari tombol-tombolnya supaya biasa memakainya,” kata  pria asal Desa Sempalai, Kecamatan Tebas, Sambas itu.

Sebelumnya berani memproduksi film, Syamsuri biasanya coba-coba membuat video acara nikahan atau sunatan. Baginya itu sekaligus sebagai ajang latihan. Untuk mengedit video dia membutuhkan kemampuan mengoperasikan komputer. Saat itu, dia sama sekali tak bisa menggunakan komputer. Karena itulah dia kemudian mulai coba-coba mengotik-atik komputer. Setelah kerap berlatih, dia akhirnya sedikit demi sedikit bisa mengoperasikan komputer. “Kalau ada komputer saya biasanya langsung saya coba. Saya tanya ke kawan bagaimana cara memakainya. Saya beranikan diri untuk mencoba sedikit demi sedikit,” katanya.

Pada awal tahun lalu, Syamsuri mulai punya ide untuk membuat film. Dia pun kemudian mendiskusikannya dengan sejumlah rekannya. Rupanya ide ini disambut baik dengan teman-temannya. Dan gayung pun bersambut. Mereka sepakat untuk membuat film. Untuk kamera, mereka menggunakan kamera milik salah seorang kenalan. Sementara biaya produksi film dari hasil urunan.

Produksi film dimulai pada Maret 2013. Sebagai sutradara ditunjuklah Romi Bujang, seorang guru SD di wilayah itu. Sementara script film serta editing dikerjakan Syamsuri. Para pemain diambil dari pemuda pemudi setempat. “Kami cari pemain yang cukup bagus berakting. Setelah diseleksi akhirnya dapat juga para pemerannya. Meski tak dibayar mereka tetap bersemangat,” katanya.

Film pertama berjudul Penunggu Panggong Sebadang. Film ini bercerita mengenai sekelumit kisah warga di salah satu desa di Sambas. “Cerita film ini mengangkat kehidupan khas warga Sambas,” katanya.

Film yang menghabiskan dana Rp49 juta ini selesai digarap pada Juni lalu. Namun sebelum diedarkan terlebih dahulu meminta rekomendasi dari Disbudpar Sambas dan mendaftarkannya di Lembaga Sensor Film. “Saya datang langsung ke Jakarta untuk mengurus ke LSF.”

Setelah lolos sensor, barulah kemudian film ini diperbanyak. Saat itu mereka mencetak lima ribu keeping DVD. Film ini kemudian diedarkan di sejumlah wilayah di Kalbar, mulai dari Sambas, Singkawang, hingga Melawi. Bahkan ada yang dikirim ke Malaysia. “Alhamdulillah, banyak yang mau beli kasetnya,” kata  Romi Bujang, sang Sutradara.

Setelah sukses film pertama, mereka pun membuat film kedua. Ini adalah kelanjutan dari film pertama, yang diberi judul Penunggu Paggong Sebadang 2. Pembuatan film kedua ini relative lebih lancar ketimbang film pertama. “Karena sudah belajar dari pembuatan film pertama, pembuatan film kedua ini tak banyak kendala,” kata Romi.

Film kedua ini juga dicetak sebanyak lima ribu keping. Sama seperti film pertama, film ini juga laris manis di pasaran. “Kami jual perkepingnya Rp26 ribu. Meski cukup mahal tetapi masyarakat  tetap mau beli,” katanya.

Namun mereka menyayangkan aksi pembajakan film mereka. Salah seorang penggagas film ini, Thayib, mengatakan, setelah dicek di lapangan, diketahui film-film bajakan banyak beredar di kios-kios penjualan DVD. “Film bajakan ini dijual Rp10 ribu. Kami rugi sekali. Kami yang capek bikinnya orang lain yang dapat untungnya,” katanya.

Ke depan, Syamsuri dan kawan-kawan berencana membuat film lain. Salah satu film yang hendak mereka buat adalah film laga. “Saya sudah belajar visual effectnya. Saya belajar dari internet. Kalau tak berani mencoba tentu tak akan pernah bisa,” katanya.**


HERIYANTO, 

COMMENTS

Name

adsense,1,analisis,19,android,3,anime,1,apps,1,arafah,1,bank,1,barcelona,2,baterai,1,batre,1,battre,1,berita bola,2,bluemoon,1,bola,3,boros,1,browser,4,bulanbiru,1,camera,2,cara,2,chelsea,1,chrome,2,cleanenergy,1,cleanpower,1,creditcard,1,cyberlife,25,damage,1,daya ingat,1,defrag,1,doodle,1,energysehat,2,facebook,3,fakta,1,feature,17,finansial,1,fragmentasi,1,fungsi,1,gadged,1,Gadget,4,games,5,gempa,2,gigi,1,gmail,1,google,6,google maps,1,hacker,5,harddisk,2,harddrive,3,hardisk,2,hdd,3,hemat,1,Hiburan,5,hightech,2,ICC,1,icc 2015,2,indept news,12,indonesia,5,intenet,2,internet,1,INVESTIGATIVE REPORTING,12,ios,1,Islam,1,kartukredit,1,kebenaran,1,kehidupan,1,kenyataan,1,kesehatan,17,komputer,12,kuota android,1,laptop,5,malang,1,mastercard,1,meme,1,menangis,1,microsoft,10,motogp,1,mouse,1,mudik. motor,1,naruto,1,news,41,Office,2,OPINI,9,otak,1,papua,1,pc,4,pengendara,1,perawatan,3,pes,1,polandia,1,puasa,1,recovery,1,rupiah,1,savingpower,1,sepak bola,4,shopping,1,socialmedia,1,sport,2,sport news,6,spot news,21,techno,2,tekno,49,teknologi,3,tips,7,tips android,3,Tips Bloger,1,tombol tengah,1,trick,4,tutorial,24,ubisoft,1,unik,4,video,2,watchdogs,1,whirlpool,1,windows,10,windows 10,5,windows 7,1,windows 8,1,wiping,1,word,1,xbox,1,youtube,3,
ltr
item
SUARA PENYUNGKIL: FILM SAMBAS:
FILM SAMBAS:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwlUj1l1D9cpwhqyJugpey814XwOF7OwGw1V7HBHyPwi9LpHaHQeBaleP9x5l6Em-Z7qMAM4Y9nII9IG3lbDZcUYdQEWL36EK9iGvQF-Qe4gbx7puaxAgsdC8flbEfbmEtUz-jgSr5eMM/s1600/09-IMG_5368.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwlUj1l1D9cpwhqyJugpey814XwOF7OwGw1V7HBHyPwi9LpHaHQeBaleP9x5l6Em-Z7qMAM4Y9nII9IG3lbDZcUYdQEWL36EK9iGvQF-Qe4gbx7puaxAgsdC8flbEfbmEtUz-jgSr5eMM/s72-c/09-IMG_5368.JPG
SUARA PENYUNGKIL
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/03/film-sambas.html
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/03/film-sambas.html
true
4155390560307898316
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy