Tayan

Kecamatan Tayan bisa saja ditempuh dengan jalur darat. Tapi pada kunjungan kali pertama ini, saya justru memilih menggunakan jalur sungai...

Kecamatan Tayan bisa saja ditempuh dengan jalur darat. Tapi pada kunjungan kali pertama ini, saya justru memilih menggunakan jalur sungai. Berbagai pengalaman menarik saya dapatkan selama 2.5 jam perjalanan menelusuri sungai kapuas. 
Ini adalah kali pertama saya mengunjungi Kecamatan Tayan Hilir. Tidak banyak informasi yang bisa didapatkan mengenai kecamatan yang sebenarnya tidak begitu jauh dari Pontianak ini. Ketika mengetik kata Tayan di google, juga tidak banyak informasi yang didapatkan. Ada beberapa artikel, tetapi jumlahnya tidak banyak. Artikel yang ada antaralain bercerita tentang sejarah kerajaan Tayan, pertambangan bauksit, dan pembangunan jembatan Tayan. Ada artikel-artikel lain justru lebih banyak cerita mengenai sisi mistisnya.
Padahal di kecamatan ini ada pulau yang menarik untuk dikunjungi. Warga setempat menamainya Pulau Tayan. Sebenarnya ini bukanlah pulau. Karena hanya sebuah daratan yang berada di tengah sungai kapuas. Luasnya hanya 58,3 hektar.
Selama ini Kecamatan Tayan jarang terdengar. Masuknya perkebunan, pertambangan, rencana pembangunan jembatan Tayan, dan pengukuhan Raja Tayan Gusti Yusri beberapa waktu lalu mulai membuat wilayah ini sedikit dikenal orang luar.
Saya mendapatkan informasi mengenai Tayan dari beberapa teman yang pernah berkunjung ke sana. Ada yang menyarankan saya supaya menggunakan jalur sungai supaya bisa melihat  berbagai sisi lain wilayah sepanjang Sungai Kapuas.
Maka berangkatlah saya Rabu (6/6) lalu dengan menggunakan speedboat jurusan Pontianak-Meliau, Sanggau. Speedboat ini juga melewati dermaga Tayan. Saat hendak berangkat sekitar pukul 12.30, hujan deras disertai angin kencang melanda Pontianak. Saya merasa was was bila hujan deras dan angin kencang ini tak segera berhenti. Kuatir ada apa-apa di jalan. Kuatir jika speedboat tiba-tiba terbalik, misalnya.
Pada pukul 01.00 angin kencang mulai berhenti, meski hujan masih tetap mengguyur. Di tengah hujan lebat speedboat tetap berangkat. Supir barangkali memperhatikan waktu perjalanan. Bila tak segera berangkat bisa-bisa kemalaman di jalan mengingat jarak tempuh terjauh bisa mencapai 6 jam. Kalau kemalaman resikonya tentu lebih besar. Bisa membahayakan penumpang, karena bisa saja speed menabrak kayu, sampan, atau mungkin speed lain.
Sampan yang terbuat dari fiber ini dipenuhi penumpang. Saya menghitung ada 28 penumpang saat itu. Speedboat ini dilengkapi 2 buah mesin motor besar. Saya tidak tahu berapa kekuatannya, yang jelas speedboat ini sangat laju.
Pontianak-Tayan ditempuh dalam waktu 4 jam. Dermaga pemberangkatan berada di belakang supermarket Ramayana. Para penumpang yang biasa menggunakan jalur sungai kebanyakan sudah tahu lokasi ini.
Saya memilih duduk di pinggir supaya bisa memotret berbagai hal menarik di sepanjang sungai. Tapi resikonya lengan sebelah kanan basah terkena tempias hujan. Saya mesti hati-hati supaya kamera tak ikut basah.
Sepanjang perjalanan saya terus memotret. Melintasi sungai Kapuas member banyak keuntungan karena banyak obyek foto yang menarik. Sayang karena mendung, hasil foto banyak yang tidak maksimal.
Saya tertarik memotret sejumlah perusahaan perkayuan yang berada di sepanjang pinggir sungai. Jumlahnya mencapai puluhan buah. Mulai dari Bumi Raya Group di Kecamatan Sungai Raya sampai PT DRM di Sukalanting.
Rata-rata pabrik ini sudah tidak beroperasi. Dulu di sepanjang sungai inilah banyak sekali ponton yang berlalu lalang membawa kayu bulat yang akan diproduksi menjadi kayu lapis, blockboard, moulding, dan furniture lain. Itulah masa-masa kejayaan industri perkayuan di Kalbar. Tapi sekarang, sejak perusahaan-perusahaan itu kolaps karena menipisnya sumber bahan baku, frekuensi ponton yang membawa kayu di sepanjang sungai sudah sangat berkurang.
Sangat berkurang tidak berarti hilang sama sekali. Dalam perjalanan ini saya masih melihat beberapa perusahaan yang memasok kayu bulat. Ada beberapa ponton yang terlihat membawa tumpukan kayu dalam jumlah besar. Tumpukan-tumpukan ini siap dibawa masuk ke dalam pabrik.
Di pinggir-pinggir sungai juga terlihat beberapa usaha penggergajian kayu. Ini adalah usaha yang dijalankan warga sekitar sungai. Skalanya juga tidak besar. Tapi jumlahnya cukup banyak.
Ramlan, penumpang di samping saya mengatakan , biasanya kayu yang “digesek” warga itu untuk kebutuhan warga lokal seperti membuat rumah. Ramlan, 60, adalah warga Desa Tanjung Durian.  Ini desa yang cukup terpencil yang masih terletak di Kabupaten Kubu Raya. Belum ada akses jalan dari desa ini ke Pontianak. Satu-satunya jalur yang digunakan adalah melalui sungai.
Ramlan menjadi juru penerang selama perjalanan. Dia memberi tahu nama-nama desa yang kami lalui. Misalnya ketika ada penumpang yang turun saya akan tanya nama desa itu. Ada puluhan desa yang dilalui. Desa-desa ini memang memiliki akses jalan untuk menuju Pontianak. Untuk daerah yang akses jalannya belum tersedia, jalur sungai memang menjadi pilihan utama.
Dulu, mayoritas penduduk memang menggunakan sungai. Bedanya, dulu mereka menggunakan perahu klotok yang terbuat dari kayu. Sekarang, para penumpang lebih senang menggunakan speedboat dari Fiber yang lebih cepat. Meski biayanya jauh lebih besar.
Speedboat yang kami tumpangi terus melaju membelah sungai Kapuas yang berkelok-kelok. Hujan mulai reda. Tidak ada masalah berarti selama di perjalanan, kecuali baju saya yang basah sehingga membuat badan jadi menggigil.
Setelah 4 jam perjalanan, speedboat sampai di dermaga Tayan Hilir. Ini wilayah yang baru saya kenal. Tapi dari keramaian sore itu di dermaga, terlihat bahwa ekonomi di sana sedang tumbuh menggeliat. Saya mampir di warung kopi, memesan teh hangat dan semangkuk mie rebus, sambil menunggu jemputan dan menghangat badan.
Pulau Tayan cukup unik. Luasnya 58,3 hektar. Tapi pada musim kemarau, luas pulau ini akan bertambah. Di mana akan muncul pantai pasir yang memanjang di ujung pulau. Sebenarnya pantai pasir ini terjadi akibat surutnya air sungai sehingga membentuk seperti daratan baru. Saat itu banyak orang yang datang ke sana untuk berwisata.
Ketika pertama kali mendengar nama Pulau Tayan, dalam bayangan saya adalah sebuah pulau yang berada di laut lepas. Tapi, ternyata itu tidaklah tepat. Ini hanyalah sebuah daratan yang berada di tengah Sungai Kapuas. Saya berkeliling ke pulau ini melihat perkembangan ekonomi warga di sana.
Penyeberangan ke pulau menggunakan perahu tempel, baik yang terbuat dari kayu maupun fiber. Saya menyempatkan diri duduk di tepi dermaga melihat perahu-perahu yang berseliweran  mengangkut penumpang, baik dari atau menuju pulau. Ada sedikitnya 40 sampan yang setiap hari melayani penyeberangan ini, yang menandakan bahwa intesitas warga keluar masuk pulau ini cukup tinggi.
Setiap menit ada saja penumpang yang datang. Sebagian besar penumpangnya adalah warga pulau Tayan yang berjumlah sekitar 2500 orang. Sebagian lagi adalah mereka yang memiliki berbagai urusan di pulau itu. Misalnya mereka yang bekerja atau memiliki usaha di sana.
Memang, sejak masuknya berbagai usaha ke Kecamatan Tayan Hilir, seperti pembangunan wilayah pertambangan, perkebunan, dan rencana pembangunan jembatan Tayan banyak orang yang berkepentingan terhadap pulau ini.
Pemerintah memang tengah merencanakan pembangunan Jembatan Tayan, yang akan menghubungkan Tayan Kota, Pulau Tayan, dan Piasak ke arah Kabupaten Ketapang sampai ke Kalimantan Tengah. Jika jembatan ini jadi, pulau Tayan akan semakin ramai, karena arus penyeberangan akan semakin mudah. Banyak orang dari berbagai tempat yang akan singgah di pulau ini. Geliat ekonomi akan terus tumbuh di sana. 
Sekarang saja, geliat ekonomi di Kecamatan Tayan Hilir sudah sangat terlihat sebagai dampak rampungnya pembangunan jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Pontianak-Tayan.

Geliat ekonomi ini setidaknya terlihat pada aktivitas jual beli di pasar Tayan. Seperti pagi itu, suasana di pasar Tayan sangat ramai. Para pedagang menjajakan berbagai barang dagangan. Mulai sayur mayur, barang-barang kelontong, pakaian, hingga elektronik.
Warga lokal Budi Suryadi mengatakan beberapa tahun lalu, Kecamatan Tayan belumlah seramai sekarang. Tapi saat ini kondisinya sangat jauh berbeda. Mobil-mobil dan sepeda motor lalu lalang di pasar. Bis-bis juga ramai menurunkan penumpang di terminal.
Jumlah kendaraan bermotor terus meningkat. Rata-rata warga di sana sudah memiliki sepeda motor masing-masing. “Dulu kan bisa dihitung jari yang punya motor. Sekarang hampir semua orang sudah punya motor,”  ujar Budi.
Sebelumnya ada pembangunan jalan warga memang lebih mengandalkan transportasi air. Jika hendak ke Pontianak, warga biasa menggunakan kapal klotok yang melalui sungai Kapuas. Waktu perjalanannya bisa mencapai puluhan jam. Atau jika menggunakan jalur darat, warga harus memutar melewati jalan utama.  Saat itu jarak tempuh Tayan-Pontianak sekira 7-8 jam perjalanan. Karena itu, sebelum ada jalan tembus, ekonomi di kawasan ini hanya jalan di tempat.
Kini, waktu tempuh itu bisa dipangkas menjadi 2 jam saja. Para pedagang bisa dengan mudah mendistribusikan barang kebutuhan sehari-hari. Sayur mayur misalnya, kini lebih mudah dipenuhi. Demikian juga sembilan bahan pokok.
Hasanah adalah satu di antara pedagang yang sangat diuntungkan dengan selesainya pembangunan jalan. Perempuan ini adalah pedagang sayur mayur dan sembilan bahan pokok. Hasanah membeli langsung sayur mayur di pasar flamboyan Pontianak. Padahal sebelumnya, dirinya hanya mengandalkan pasokan sayur dari wilayah setempat. 
Hasanah punya dua mobil yang biasa digunakan untuk mengangkut dagangannya. Petang hari sekira pukul 07.00, Hasanah sudah berangkat menuju Pontianak. Sampai di pasar Flamboyan sekira pukul 09.00 malam. Dia istrirahat sebentar untuk kemudian berkeliling pasar mencari sayur mayur yang dia perlukan hingga pukul 12 malam. Seperti, sawi, kol, brokoli, buncis, wortel, cabe dll.
Bila barang-barang sudah dirasa cukup, Hasanah segera kembali ke Tayan. Dia memang harus sudah sampai di sana sebelum jam 5 pagi karena jam segitu sudah banyak pedagang lain yang menunggunya. Selain menjual langsung, Hasanah juga menjadi pemasok sayur bagi pedagang lain.
Menurut Hasanah, saat ini permintaan akan sayur mayur tinggi. Banyak perusahaan yang datang, seperti pertambangan bauksit, perkebunan sawit dll membuat permintaan akan sayur meningkat. “Karyawan-karyawan pabrik atau sawit suka beli di sini,” ujar Hasanah sembari melayani pembeli.
Dalam satu malam ada 5 mobil yang mengangkut sayur ke Tayan. Satu mobil bisa membawa sayur sebanyak 300-400 kg. Mengapa harus membeli sayur di Pontianak? “Karena pasokan sayur dari sekitar Tayan tidak mencukupi. Bahkan beberapa jenis sayuran tidak ditemui di sini. Dulu sih membeli di sekitar tapi tidak beragam jenis sayurnya. Terutama sayur yang diambil dari alam yang ada. Seperti pakis, daun ubi, dll. Waktu itu sayur mayur banyak dibeli melalui sungai, seperti ke Terentang,” ujar Hasanah.
Warga lain Hervandi mengatakan masuknya sejumlah perkebunan serta sejumlah perusahaan pertambangan juga memberi dampak bagi warga sekitar. Terutama pada penyediaan lapangan kerja. “Saya sendiri sekarang kerja di proyek pembangunan pertambangan,” ujarnya saat ditemui di Pasar Tayan.
Geliat ekonomi juga terlihat dari banyaknya bank yang membuka cabang di Tayan. Demikian pula credit union (CU). Di sana sejumlah kantor CU dibangun dengan megah.   
Warga masih menunggu pembangunan Jembatan Tayan yang nantinya akan menghubungkan sejumlah wilayah di Tayan dengan wilayah luar. Jika jembatan ini sudah dibangun, ekonomi warga akan lebih menggeliat lagi. “Semoga bisa segera dibangun,” harap Hervandi.

Tetapi, pembangunan jembatan ini nantinya akan sangat mempengaruhi nasib para penambang sampan ke Pulau Tayan. Warga mungkin akan lebih senang menggunakan jembatan ketimbang menyeberang dengan sampan. Kelak, ketika jembatan Tayan sudah jadi, akan sulit melihat sampan-sampan yang berseliweran mengangkut penumpang ke Pulau Tayan.**

COMMENTS

Name

adsense,1,analisis,19,android,3,anime,1,apps,1,arafah,1,bank,1,barcelona,2,baterai,1,batre,1,battre,1,berita bola,2,bluemoon,1,bola,3,boros,1,browser,4,bulanbiru,1,camera,2,cara,2,chelsea,1,chrome,2,cleanenergy,1,cleanpower,1,creditcard,1,cyberlife,25,damage,1,daya ingat,1,defrag,1,doodle,1,energysehat,2,facebook,3,fakta,1,feature,17,finansial,1,fragmentasi,1,fungsi,1,gadged,1,Gadget,4,games,5,gempa,2,gigi,1,gmail,1,google,6,google maps,1,hacker,5,harddisk,2,harddrive,3,hardisk,2,hdd,3,hemat,1,Hiburan,5,hightech,2,ICC,1,icc 2015,2,indept news,12,indonesia,5,intenet,2,internet,1,INVESTIGATIVE REPORTING,12,ios,1,Islam,1,kartukredit,1,kebenaran,1,kehidupan,1,kenyataan,1,kesehatan,17,komputer,12,kuota android,1,laptop,5,malang,1,mastercard,1,meme,1,menangis,1,microsoft,10,motogp,1,mouse,1,mudik. motor,1,naruto,1,news,41,Office,2,OPINI,9,otak,1,papua,1,pc,4,pengendara,1,perawatan,3,pes,1,polandia,1,puasa,1,recovery,1,rupiah,1,savingpower,1,sepak bola,4,shopping,1,socialmedia,1,sport,2,sport news,6,spot news,21,techno,2,tekno,49,teknologi,3,tips,7,tips android,3,Tips Bloger,1,tombol tengah,1,trick,4,tutorial,24,ubisoft,1,unik,4,video,2,watchdogs,1,whirlpool,1,windows,10,windows 10,5,windows 7,1,windows 8,1,wiping,1,word,1,xbox,1,youtube,3,
ltr
item
SUARA PENYUNGKIL: Tayan
Tayan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSidNXuGtN3KlKpWppD4DmRZyCNZHRzZuUo3hH5ntsNe1Y42C9kCgQVpN6SaPcT4_s5cXabefsSPaRECGWNt4B7YOvzM5ohWZojHk7dxmNNUMrttGJAOjB7NpJUf39NeQW7w9KAO9Y6N4/s1600/IMG_5278.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSidNXuGtN3KlKpWppD4DmRZyCNZHRzZuUo3hH5ntsNe1Y42C9kCgQVpN6SaPcT4_s5cXabefsSPaRECGWNt4B7YOvzM5ohWZojHk7dxmNNUMrttGJAOjB7NpJUf39NeQW7w9KAO9Y6N4/s72-c/IMG_5278.JPG
SUARA PENYUNGKIL
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/03/tayan.html
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/03/tayan.html
true
4155390560307898316
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy