kantorku di warung kopi....

Warkop Aming terletak di jalan Haji Abas, Pontianak. Ini warkop yang tidak begitu besar. Lokasinya juga tidak berada berada di jalan u...


Warkop Aming terletak di jalan Haji Abas, Pontianak. Ini warkop yang tidak begitu besar. Lokasinya juga tidak berada berada di jalan utama. Tetapi warkop ini selalu disesaki pelanggan. Pagi, siang, hingga malam ada saja yang datang.
Andreas Fajar, 25 tahun, adalah satu diantara pengunjung setia warkop ini. Siang itu, Fajar menempati meja 14. Letaknya di sebelah kanan ruangan pada barisan depan. “Inilah meja kantor saya,” ujar Andreas Fajar, yang berlatar belakang Sarjana Arsitektur, setengah bercanda.
Kantor biasanya berkonotasi pada sebuah tempat kerja yang lebih formal. Ada ruangan, meja, dan tentu saja ada atasan dan bawahan di sana. Berbeda dengan kantor yang dimaksud Andreas tadi. Kantor yang ruangannya berbagai dengan orang lain, dengan meja kecil, dan banyak asap di dalamnya. Sebab teman kantor lain bisa merokok dengan bebas tanpa ada yang melarang. Ruangan kantor ini juga berisik. Orang ngobrol dengan sebebasnya yang terkadang disertai dengan tawa lepas.
Bagi Andreas, warung kopi memang sudah menjadi sebuah kantor sungguhan. Bayangkan saja, setiap hari dia mengerjakan berbagai project di warung kopi. Mulai dari desain rumah, rumah toko, hingga bangunan bertingkat. Andreas sendiri sudah tidak ingat berapa desain bangunan yang telah dia hasilkan dari meja warung kopi.
Seperti jam kerja pada umumnya, Andreas biasanya mulai ”berkantor” sekitar pukul 09.00 pagi dan pulang pada sore atau malam hari. Tetapi tentu saja waktunya lebih fleksibel karena tak ada bos yang mengawasi, apalagi marah-marah kalau karyawannya telat masuk kerja.
Sampai di “kantor” pria lajang ini langsung membuka laptop, memesan secangkir kopi, dan kemudian mengerjakan orderan. “Nggak tahu kenapa, kalau di warkop saya selalu dapat inspirasi. Mungkin karena suasananya yang nyaman. Tidak terikat. Bebas tanpa ada bos yang mengatur. Jadi tak ada tekanan,” ujar Andreas seraya menunjukkan maket sebuah bangunan yang sedang dikerjakannya. Inspirasi pembuatan maket tersebut juga didapat dari warung kopi.
Tak jauh dari meja Fajar ada Atmabudi Wiryawan. Pria ini juga pelanggan tetap warkop Asiang. Atmabudi juga “berkantor” di sana.  Jika Fajar berpofesi sebagai arsitek, Atmabudi adalah seorang desain grafis. Atma, panggilan lelaki ini, bekerja membuat desain untuk advertising dan printing.
Sehari-hari, Atma mengerjakan desain, bertemu pelanggan, dan menerima order di warung kopi. Siang itu misalnya, Atma baru selesai membuat desain sebuah spanduk. Begitu desain jadi, Atma langsung mengirimnya pada pemesan via email. “Sekarang tinggal menunggu respon balik,” ujarnya sembari menyeruput kopi yang sisa setengah.
Sistem kerjanya begini. Biasanya Atmabudi menerima orderan baik lewat sms, facebook, atau blackberry mesenger. Atau bisa juga membuat janjian bertemu di warung kopi. Setelah deal, dia akan segera mengerjakan desain yang dipesan. Setelah jadi segera dikirim. Barang bisa diambil di warung kopi atau di mana saja terserah pemesan.
Tentu saja ada hal membuat Atma merasa kerasan di warung kopi. “Suasanya yang bikin betah. Saya bebas kerja pake kaos, sandal jepit, dan merokok sambil kerja,” ujar Atma.
Sebelumnya Atmabudi pernah bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan advertising. Punya ruang kerja sungguhan dan meja yang tidak berbagi dengan orang lain. Tapi dia justru tak betah. “Mungkin karena kerja di bawah tekanan, kerja jadi nggak kerasa nyaman,” tambahnya. Di warung kopi, dia bisa bekerja tanpa tekanan atasan. “Nggak ada bos, karena bosnya kita sendiri.”
Saking seringnya nongkrong di warung kopi, sehingga banyak yang bertanya kepadanya apakah tidak punya kerjaan. “Saya pernah ditanya begini. Bang, abang dak kerje ke? Kok seharian di warkop? Dak kasih nafkah anak bini ke?”
Ya begitulah orang yang tidak tahu. Mereka kerap menyimpulkan bahwa orang yang sehari-hari nongkrong di warkop itu pengangguran, tidak punya kerjaan, tidak punya penghasilan. Padahal menurut Atmabudi, penghasil dari kantornya di warung kopi mampu mencukupi kebutuhan anak dan istrinya.  “Buktinya saya tetap bisa kasih uang ke istri di rumah,” kilahnya.
Boleh dibilang, warung kopi adalah kantor dengan beragam jenis pekerjaan. Di sana berkumpul para broker, makelar, desainer, pemain saham, dan lain sebagai.  Ini memberi kesan yang kuat bahwa orang tak harus punya ruang kerja khusus untuk bisa berkreasi. Mungkin inilah yang disebut sebagai kreasi tanpa batas.
Pelanggan warung kopi lainnya, Beni Sulastyo, mengatakan warung kopi saat ini telah berkembang menjadi semacam bursa kerja. Menjadi ruangan untuk bertransaksi, lobi, dan promosi. “Apapun bisa ditawarkan di sana. Tetapi rata-rata bidang usaha yang digeluti adalah industri kreatif,” ujar Ketua Swadesi atau Seikat Wirausahawan Muda Indonesia in.
Tetapi ada kerugiannya, karena kantor yang tidak jelas, mereka sulit untuk mendapatkan pinjaman modal. “Mau diperiksa, masak mau kasih alamat warkop.”
Saat ini pertumbuhan jumlah warung kopi di Kota Pontianak terus meningkat. Ada ratusan warung kopi Pontianak, mulai dari yang kecil hingga besar. Sebagian besar warung kopi tersebar di Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura. Tetapi yang paling terkenal tentu saja kawasan Gajah Mada. Di malam ini para penikmat warung kopi meluber hingga ke pinggir-pinggir jalan. Mereka kongkow-kongkow, membicarakan banyak hal di meja warung kopi. Suasana hangat tercipta.  
Sebelumnya ada pembagian khusus soal ini. Di Gajah Mada kebanyakan pengunjungnya adalah anak muda, sementara di Tanjungpura kebanyakan orang tua. Meski kini rasa-rasanya sudah makin membaur.
Warung kopi yang dimanfaatkan sebagai “kantor” biasanya adalah warung kopi yang menyediakan fasilitas hotspot. Sementara warkop yang hanya untuk kongkow biasanya tak menyediakan fasilitas internet.
Saat ini banyak warkop yang menyediakan internet gratis. Tujuannya untuk menarik sebanyak mungkin pelanggan. “Kebanyakan dari kami kan memang sangat tergantung dengan internet. Kami sudah terbiasa bekerja telework atau kerja jarak jauh,” jelas Beni Sulastyo.
Kalau dihitung, warkopreneur ini sudah mencapai jumlah ratusan orang. Dalam satu warkop, misalnya di Aming, jumlahnya saja mencapai 25-30 orang. Di Warkop Winny, Gajahmada, bisa mencapai 40 orang bahkan lebih.

Fahrurrazi, penggemar warung kopi lain mengatakan, teman-temannya yang bekerja di warung kopi bukannya tak ingin memiliki kantor. Tetapi bagi mereka yang punya modal seadanya, daripada menyewa ruang kantor yang bisa mencapai belasan juta pertahun, lebih baik berkantor di warung kopi. “Sehari paling habis Rp.20ribu. Itu sudah termasuk kopi dan makan siang,” ujar Fahrurrazi. (**) 

COMMENTS

Name

adsense,1,analisis,19,android,3,anime,1,apps,1,arafah,1,bank,1,barcelona,2,baterai,1,batre,1,battre,1,berita bola,2,bluemoon,1,bola,3,boros,1,browser,4,bulanbiru,1,camera,2,cara,2,chelsea,1,chrome,2,cleanenergy,1,cleanpower,1,creditcard,1,cyberlife,25,damage,1,daya ingat,1,defrag,1,doodle,1,energysehat,2,facebook,3,fakta,1,feature,17,finansial,1,fragmentasi,1,fungsi,1,gadged,1,Gadget,4,games,5,gempa,2,gigi,1,gmail,1,google,6,google maps,1,hacker,5,harddisk,2,harddrive,3,hardisk,2,hdd,3,hemat,1,Hiburan,5,hightech,2,ICC,1,icc 2015,2,indept news,12,indonesia,5,intenet,2,internet,1,INVESTIGATIVE REPORTING,12,ios,1,Islam,1,kartukredit,1,kebenaran,1,kehidupan,1,kenyataan,1,kesehatan,17,komputer,12,kuota android,1,laptop,5,malang,1,mastercard,1,meme,1,menangis,1,microsoft,10,motogp,1,mouse,1,mudik. motor,1,naruto,1,news,41,Office,2,OPINI,9,otak,1,papua,1,pc,4,pengendara,1,perawatan,3,pes,1,polandia,1,puasa,1,recovery,1,rupiah,1,savingpower,1,sepak bola,4,shopping,1,socialmedia,1,sport,2,sport news,6,spot news,21,techno,2,tekno,49,teknologi,3,tips,7,tips android,3,Tips Bloger,1,tombol tengah,1,trick,4,tutorial,24,ubisoft,1,unik,4,video,2,watchdogs,1,whirlpool,1,windows,10,windows 10,5,windows 7,1,windows 8,1,wiping,1,word,1,xbox,1,youtube,3,
ltr
item
SUARA PENYUNGKIL: kantorku di warung kopi....
kantorku di warung kopi....
http://photos.wikimapia.org/p/00/01/14/33/02_big.jpg
SUARA PENYUNGKIL
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/04/kantorku-di-warung-kopi.html
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/04/kantorku-di-warung-kopi.html
true
4155390560307898316
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy