Film ini mengambarkan ancaman kawasan hutan mangrove Kec. Kubu. Kabupaten Kubu Raya,dalam film dokumentar ini dibagi menjadi tiga bagian,...
Film ini mengambarkan ancaman kawasan hutan mangrove Kec. Kubu. Kabupaten Kubu Raya,dalam film dokumentar ini dibagi menjadi tiga bagian,pertama:pembuka,kedua:isi,dan ketiga penutup.
Dibagian pertama pembukaan film menggambarkan keadaan hutan mangrove secara utuh,hutan mangrove rusak dan tuntutan masyarakat dalam melakukan aksi demontrasi sebagai pembukaan awal film
Pada bagian pembukaan Film di bagi menjadi beberapa peristiwa yang mengambarkan isi film:pertama:keadaan ekosistem mangrove di kubu,kedua:wawacara,ketiga:fungasi ekonomi ekonomi hutan mangrove kubu,ketiga:fungsi ekonomi kawasan hutan mangrove,keempat:wawancara syamsuri,kelima:kerusakan hutan di Kec. Kubu,keenam:wawancara ibu latifa nelayan pencari siput,ketujuh:wawancara hamdani nelayan pencari kepiting tentang keluhan mereka terhadap kerusakan kawasan hutan mangrove Kec. Kubu,kedelapan:Masyarakat melakukan demonstrasi menolak masuknya HPH di Kawasan Hutan Mangrove.
Penggambaran pada awal isi film menggambarkan kelengkapan ekosistem hutan mangrove Kec. Kubu,bahkan kawasan hutan mangrove kubu mempunyai species yang hanya tumbuh dibeberapa negara didunia. Seperti tumbuhan Candelia Cadle, hewan bekantan dan pesut air payau.
Fungsi kawasan hutan mangrove tergambarkan baik secara ekologis,ekonomis maupun sosial dalm film tersebut. Secara ekonomi tampak mayoritas masyarakat Kubu merupakan Nelayan dikawasan hutan bakau untuk mencari kepiting,udang,kepah dan ikan.
Namun,nelayan,petani mulai resah dengan masuknya HPH di Kawasan tersebut,perusahaan melakukan penebangan tidak mentaati aturan yang ada, selain itu perusahaan membuat kanal-kanal baru untuk mengeluarkan kayu-kayu hasil tebangan.
Dampak dari penebangan hutan dan pembuatan kanal-kanal di anak sungai mengakibatkan,pertama:hasil panen berkurang,karena getah bakau menjadi racun disungai-sunga,kedua:intrusi air laut makin meningkat,ketiga;hasil panen pertanian berkurang, dan keempat hilangnya berbagai jenis bioversity dikawasan tersebut.
Nelayan melakukan penolakan terhadap perusahaan HPH,mereka menyampaikan aspirasi dari mulai tingkat Desa sapai tingkat Provinsi,sampai nelayan melakukan pembakaran camp-cam perusahaan untuk mengusir perusahaan agar tidak terus-menerus melakukan perusakan kawasan hutan mangrove tersebut.
yuk simak selengkapanya.....
Dibagian pertama pembukaan film menggambarkan keadaan hutan mangrove secara utuh,hutan mangrove rusak dan tuntutan masyarakat dalam melakukan aksi demontrasi sebagai pembukaan awal film
Pada bagian pembukaan Film di bagi menjadi beberapa peristiwa yang mengambarkan isi film:pertama:keadaan ekosistem mangrove di kubu,kedua:wawacara,ketiga:fungasi ekonomi ekonomi hutan mangrove kubu,ketiga:fungsi ekonomi kawasan hutan mangrove,keempat:wawancara syamsuri,kelima:kerusakan hutan di Kec. Kubu,keenam:wawancara ibu latifa nelayan pencari siput,ketujuh:wawancara hamdani nelayan pencari kepiting tentang keluhan mereka terhadap kerusakan kawasan hutan mangrove Kec. Kubu,kedelapan:Masyarakat melakukan demonstrasi menolak masuknya HPH di Kawasan Hutan Mangrove.
Penggambaran pada awal isi film menggambarkan kelengkapan ekosistem hutan mangrove Kec. Kubu,bahkan kawasan hutan mangrove kubu mempunyai species yang hanya tumbuh dibeberapa negara didunia. Seperti tumbuhan Candelia Cadle, hewan bekantan dan pesut air payau.
Fungsi kawasan hutan mangrove tergambarkan baik secara ekologis,ekonomis maupun sosial dalm film tersebut. Secara ekonomi tampak mayoritas masyarakat Kubu merupakan Nelayan dikawasan hutan bakau untuk mencari kepiting,udang,kepah dan ikan.
Namun,nelayan,petani mulai resah dengan masuknya HPH di Kawasan tersebut,perusahaan melakukan penebangan tidak mentaati aturan yang ada, selain itu perusahaan membuat kanal-kanal baru untuk mengeluarkan kayu-kayu hasil tebangan.
Dampak dari penebangan hutan dan pembuatan kanal-kanal di anak sungai mengakibatkan,pertama:hasil panen berkurang,karena getah bakau menjadi racun disungai-sunga,kedua:intrusi air laut makin meningkat,ketiga;hasil panen pertanian berkurang, dan keempat hilangnya berbagai jenis bioversity dikawasan tersebut.
Nelayan melakukan penolakan terhadap perusahaan HPH,mereka menyampaikan aspirasi dari mulai tingkat Desa sapai tingkat Provinsi,sampai nelayan melakukan pembakaran camp-cam perusahaan untuk mengusir perusahaan agar tidak terus-menerus melakukan perusakan kawasan hutan mangrove tersebut.
yuk simak selengkapanya.....
COMMENTS