Maraknya tindakan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) mendorong menuclnya sebuah inovasi baru dari persero untuk mengatasi masalah te...
Maraknya tindakan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) mendorong menuclnya sebuah inovasi baru dari persero untuk mengatasi masalah tersebut. Saat ini pemasangan Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak atau SMP BBM terus berjalan, dan hal tersebut telah dipastikan oleh PT Pertamina (Persero). Sistem tersebut menggunakan Radio Frequency Identification (RFID).
Setelah berhasil di pasang dan digunakan di DKI Jakarta, kabarnya program RFID juga akan di pasang di Kalimantan sekitar bulan Mei 2014 mendatang. Hanung Budya, selaku Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina menjelaskan, alasan dipilihnya Kalimantan sebagai tempat pemasang RFID adalah karena banyak kendaraan pertambangan dan perkebunan di Kalimantan selama ini masih menggunakan BBM subsidi.
"Di Kalimantan nanti RFID di pasang khusus untuk kendaraan solar dulu, 270 SPBU di sana juga dipasangi RFID. Mudah-mudahan 1-2 bulan ke depan kita lakukan," tuturnya.
Alasan di pasangnya RFID pada kendaraan yang menggunakan solar adalah karena di Kalimantan sering terjadi penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi yang dilakukan oleh pengguna kendaraan pertambangan dan perkebunan. Berdasarkan hasil uji coba RFID di Kalimantan yang dilakukan oleh PT Pertamina, ternyata penyalahgunaan tersebut masih dapat dicegah.
Nantinya jika program RFID ini benar-benar mendatangi Kalimantan, maka setiap kendaraan yang mengisi BBM di SPBU yang sudah terpasang RFID maka nomor platnya akan tercatat. Sehingga dapat diketahui transaksi pembeliannya. Jika transaksi tersebut mencurigakan, maka itu bisa menjadi bukti bagi polisi untuk menindaklanjuti masalah tersebut.
Setelah berhasil di pasang dan digunakan di DKI Jakarta, kabarnya program RFID juga akan di pasang di Kalimantan sekitar bulan Mei 2014 mendatang. Hanung Budya, selaku Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina menjelaskan, alasan dipilihnya Kalimantan sebagai tempat pemasang RFID adalah karena banyak kendaraan pertambangan dan perkebunan di Kalimantan selama ini masih menggunakan BBM subsidi.
"Di Kalimantan nanti RFID di pasang khusus untuk kendaraan solar dulu, 270 SPBU di sana juga dipasangi RFID. Mudah-mudahan 1-2 bulan ke depan kita lakukan," tuturnya.
Alasan di pasangnya RFID pada kendaraan yang menggunakan solar adalah karena di Kalimantan sering terjadi penyalahgunaan bahan bakar bersubsidi yang dilakukan oleh pengguna kendaraan pertambangan dan perkebunan. Berdasarkan hasil uji coba RFID di Kalimantan yang dilakukan oleh PT Pertamina, ternyata penyalahgunaan tersebut masih dapat dicegah.
Nantinya jika program RFID ini benar-benar mendatangi Kalimantan, maka setiap kendaraan yang mengisi BBM di SPBU yang sudah terpasang RFID maka nomor platnya akan tercatat. Sehingga dapat diketahui transaksi pembeliannya. Jika transaksi tersebut mencurigakan, maka itu bisa menjadi bukti bagi polisi untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

COMMENTS