Tentang mereka di tanah seberang

Tidak semua kisah tentang para TKI di Malaysia diwarnai dengan hal-hal yang muram. Dalam kunjungan selama beberapa hari ke Malaysia, ada b...

Tidak semua kisah tentang para TKI di Malaysia diwarnai dengan hal-hal yang muram. Dalam kunjungan selama beberapa hari ke Malaysia, ada banyak kisah hidup para TKI yang layak diceritakan sebagai kabar baik. Kisah tentang perjuangan hidup demi perbaikan nasib keluarga.


Armain Ali sudah berusia 60 tahun. Tetapi pria asal Sambas ini masih kuat menjadi penoreh karet di sebuah kebun milik warga Malaysia di daerah Biawak, Negara Bagian Serawak, Malaysia. Saat ditemui Sabtu pagi, 4 Agustus lalu, pria ini tengah menoreh getah bersama istrinya, Diah Nasir.
Dengan gesit, Armayn Ali menyayat setiap kulit pohon karet. Karet berwarna putih menetes ke dalam wadahnya. Di pinggang bagian belakang tergantung sebuah obat nyamuk yang diletakkan di sebuah piring seng yang ditahan dengan seutas tali yang melilit di pinggangnya. Fungsinya tentu saja untuk mengusir nyamuk yang bukan main banyaknya di dalam kebun karet. Setiap selesai menoreh satu pohon Armain pindah ke pohon lain. Begitu seterusnya hingga semua pohon setelah ditoreh. 
Armain tinggal di sebuah pondok kecil bersama istrinya. Lokasi pondok jauh masuk ke dalam kebun ini. Di dalam pondok hanya ada satu kamar tidur. Di situlah Armain bersama Diah beristirahat selama bekerja di Malaysia. “Saya sudah 7 tahun di sini. Sehari-hari ya di pondok ini,” ujar warga asal Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas ini.
Armain bekerja pada seorang warga Malaysia. Penghasilan didasarkan pada sistem bagi hasil dengan perbandingan 6:4. Enam untuk Armain dan empat untuk majikannya. Artinya jika dalam sehari Armain mendapatkan 10 kilogram karet, maka Armain memperoleh 6 kilogram.
Dalam sehari rata-rata karet yang diperoleh mencapai 20 kilogram. Berarti pria ini bisa mendapatkan sekitar 14 kilogram. Penghasilan Armain sendiri ditentukan oleh naik turunnya harga karet. Harga karet pernah mencapai 10 ringgit per kilogramnya. Tetapi saat ini harga karet 5 ringgit saja. “Kalau ringgit naik, penghasilan lumayanlah,” ujar bapak empat anak ini.
Meski turun, jika dirupiahkan, hasil yang diperoleh cukup besar.  Nilai tukar 1 ringgit saat ini pada kisaran Rp.3000. Maka uang yang diperoleh pasangan suami istri ini perharinya mencapai Rp210.000. Tentu saja ini nilai yang tidak kecil bagi mereka. Sebelum bekerja di Malaysia, Armain tak memiliki pekerjaan yang menghasilkan.
Dari penghasilan selama bekerja di Malaysia inilah Armain bisa menyekolahkan salah seorang anaknya hingga bangku kuliah. “Anak saya kuliah di Pontianak. sudah semester akhir,” kata Diah. “Kalau tidak kerja di sini mana kami punya uang untuk bayar kuliah anak,” tambah Diah.  
Di tempat berbeda, tak begitu jauh dari kebun Armain, ada pondok milik Kamal Joni (32). Kamal juga menjadi penoreh getah di Biawak. Bedanya kamal tak membawa serta istrinya. Kamal adalah anak tertua dari 12 bersaudara. Pria ini berasal dari Kecamatan Sekura, Kabupaten Sambas. Sebelum menjadi penoreh karet, Kamal bekerja di perkebunan kelapa sawit selama 6 tahun. Gajinya 60 ringgit sehari atau sebesar Rp. 180.000. “Tapi kerjanya berat,”ujarnya. Kamal bertugas apa saja, mulai dari membersihkan lahan, menanam, hingga perawatan.  
Berbeda dengan menoreh getah yang menurutnya hasilnya cukup besar. Kamal biasanya mulai menoreh karet mulai pukul 1 malam dan baru selesai pada 11 siang. Sebab karet yang ditorehnya cukup luas. Tetapi tentu saja hasilnya lumayan. Dalam sehari dia bisa memperoleh 20 kilogram karet. Artinya dia bisa mendapatkan Rp.210.000 perhari.
Uang inilah yang dia kirim ke kampung halaman. Dengan uang ini dia bisa menyekolahkan adik-adiknya. Bahkan seorang adiknya sekarang sedang menempuh pendidikan di sebuah kampus di pulau Jawa. “Saya ini hanya lulus SMA. Di Kampung tak banyak pekerjaan. Sementara adik saya banyak. Tanggung jawab saya besar. Terpaksalah saya pontang panting kerja di sini,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga dialami Rusli (45). Rusli juga bekerja sebagai penoreh getah di Biawak. “Orang sini tidak mau kerja noreh. Berat. Mereka memilih kerja di kota. Yang lebih enak,” ujar Rusli.
Rusli sudah bekerja di Malaysia selama lebih dari 16 tahun. Dari hasil kerjanya itu, Rusli sudah bisa membangun rumah di Kampungnya, di desa Teluk Kembang, Kecamatan Sekura, Sambas. Berbagai macam pekerjaan telah dia lakoni. Mulai kerja sawit, tukang, hingga menjadi penoreh karet seperti saat ini.
Baik Armain,  Kamal, maupun Rusli adalah sama-sama pelintas batas. Mereka tak memiliki paspor, tetapi hanya memiliki pas lintas batas. Bentuknya mirip paspor, tetapi hanya bisa digunakan di wilayah perbatasan saja. “Kami tak bisa pergi jauh ke luar biawak,” ujar Kamal.
Para pemegang pas lintas batas harus mengecap kartu mereka minimal 2 minggu sekali. Lebih dari itu bisa didenda oleh imigrasi. Rusli  bercerita, dirinya kerap membayar sekitar 30 ringgit  jika telat mengecap pas lintas batas.
Kebanyakan para pelintas batas di wilayah Biawak adalah warga Sambas. Wajar saja karena wilayah ini berbatasan langsung dengan Malaysia. Pontianak Post bersama sejumlah aktivis lembaga kemanusiaan Dompet Ummat mengunjungi sejumlah kampung yang ada banyak warga Sambas di sana, seperti Kampung Rukam, Sedaing, Tanjam, Opek, Kendai, Pasir Tengah, Pasir Hilir, Jangkar, Jantan, dan Pasir Hulu.
Rusli bercerita, sebelum dibukanya kantor imigrasi di Biawak, mereka bisa membawa sepeda motor langsung ke pondok. Tetapi sekarang sepeda motor harus disimpan di perbatasan Aruk, Sambas. Setelah itu mereka akan berjalan kaki selama satu jam dari perbatasan menuju ke pondok masing-masing.

Sebesar-besar gaji di Malaysia menurut, lebih enak kerja di Indonesia. Tetapi masalahnya, di Indonesia, orang seperti dirinya yang hanya tamatan SMP sulit mendapatkan kerja yang layak. “Saya tidak tahu sampai kapan saya harus bekerja di Malaysia. Tetapi selama tak ada kerjaan di Kampung, saya tetap akan kerja di sini,” ujarnya.**

COMMENTS

Name

adsense,1,analisis,19,android,3,anime,1,apps,1,arafah,1,bank,1,barcelona,2,baterai,1,batre,1,battre,1,berita bola,2,bluemoon,1,bola,3,boros,1,browser,4,bulanbiru,1,camera,2,cara,2,chelsea,1,chrome,2,cleanenergy,1,cleanpower,1,creditcard,1,cyberlife,25,damage,1,daya ingat,1,defrag,1,doodle,1,energysehat,2,facebook,3,fakta,1,feature,17,finansial,1,fragmentasi,1,fungsi,1,gadged,1,Gadget,4,games,5,gempa,2,gigi,1,gmail,1,google,6,google maps,1,hacker,5,harddisk,2,harddrive,3,hardisk,2,hdd,3,hemat,1,Hiburan,5,hightech,2,ICC,1,icc 2015,2,indept news,12,indonesia,5,intenet,2,internet,1,INVESTIGATIVE REPORTING,12,ios,1,Islam,1,kartukredit,1,kebenaran,1,kehidupan,1,kenyataan,1,kesehatan,17,komputer,12,kuota android,1,laptop,5,malang,1,mastercard,1,meme,1,menangis,1,microsoft,10,motogp,1,mouse,1,mudik. motor,1,naruto,1,news,41,Office,2,OPINI,9,otak,1,papua,1,pc,4,pengendara,1,perawatan,3,pes,1,polandia,1,puasa,1,recovery,1,rupiah,1,savingpower,1,sepak bola,4,shopping,1,socialmedia,1,sport,2,sport news,6,spot news,21,techno,2,tekno,49,teknologi,3,tips,7,tips android,3,Tips Bloger,1,tombol tengah,1,trick,4,tutorial,24,ubisoft,1,unik,4,video,2,watchdogs,1,whirlpool,1,windows,10,windows 10,5,windows 7,1,windows 8,1,wiping,1,word,1,xbox,1,youtube,3,
ltr
item
SUARA PENYUNGKIL: Tentang mereka di tanah seberang
Tentang mereka di tanah seberang
http://www.iberita.com/wp-content/uploads/2013/03/TKI-Malaysia.jpg
SUARA PENYUNGKIL
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/04/tentang-mereka-di-tanah-seberang.html
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/04/tentang-mereka-di-tanah-seberang.html
true
4155390560307898316
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy