warkop asiang..

Warung kopi bisa menjadi tempat transaksi bernilai ratusan juta rupiah. Banyak pengusaha yang “berkantor” di warung kopi. “Kantor” yang pa...

Warung kopi bisa menjadi tempat transaksi bernilai ratusan juta rupiah. Banyak pengusaha yang “berkantor” di warung kopi. “Kantor” yang paling terkenal bagi pengusaha adalah Warkop Asiang di Jalan Merapi, Pontianak. Di sana, obrolan seputar bisnis menjadi menu utama mereka. 



SETIAWAN SANJAYA adalah seorang pengusaha. Lelaki setengah baya ini memiliki pabrik pembuatan pompa penyedot pasir di Jakarta. Perusahaan miliknya juga memiliki kantor distribusi di sejumlah tempat di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
Setiawan Sanjaya boleh-lah disebut sebagai pengusaha sukses. Tapi bukannya duduk manis di ruang kantornya, pria ini sehari-hari justru lebih senang nongkrong di warung kopi. Warung kopi Asiang di Jalan Merapi Pontianak adalah warkop yang sering dikunjunginya.
Bagaimana bisa mengurus perusahaan kalau nongkrong terus di warkop, Pak? “Saya sudah punya orang kepercayaan. Jadi saya mantau saja dari sini. Kalau perlu paling saya telpon saja,” kata lelaki yang saat ditemui hanya mengenakan kaos oblong itu.
Oke lupakan bahwa Sanjaya memiliki perusahaan. Pertanyaannya mengapa dia suka nongkrong di warung kopi? Orang seperti Sanjaya, yang sudah berumur tentu tak harus terus bekerja. Mungkin dia sudah merasa aman memberikan sejumlah wewenang pada orang kepercayaannya. Ada saat dimana dia ingin lepas dari urusan kerja, kerja, dan kerja. Ya, di warung kopilah dia bisa nyantai. Terutama ketika bisa ngobrol bebas dengan teman-temannya. “Kalau saya tidak ke warung kopi, rasanya kok ada yang kurang ya,” ujarnya sembari tertawa.
Siang itu, Sanjaya sedang asyik ngobrol bersama sejumlah temannya. Ada 8 orang di sana. Dua meja dijadikan satu. Ramainya orang berbincang membuat ruangan terdengar berisik.
Ngobrol sembari menikmati kopi. Itulah hal yang menurut Sanjaya paling mengasyikan. “Di sini kita bisa ngobrol apapun. Bisa bisnis. Bisa politik. Pokoknya apapun bisa kita bicarakan,” tambahnya. Karena teman-temannya adalah sesama pengusaha, maka pembicaraannya tentu saja lebih banyak seputar bisnis.
Pengunjung lain, Santo, adalah seorang pengusaha sembako. Dia punya gudang dan toko sembako di sejumlah tempat. Sama seperti Setiawan Sanjaya, hampir setiap hari Santo berkunjung ke Warkop Asiang. Biasanya dia juga dapat order pengiriman barang di warkop itu.
Saat diwawancarai, Santo memperkenalkan satu persatu pekerjaan teman-teman semejanya. Ada yang kontraktor, manajer bank, pengusaha ekspor-impor, pedagang, dan pengurus partai.
“Dulu kan imej orang yang nongkrong di warkop itu pengangguran. Tapi sekarang coba lihat. Pengusaha pun datang ke sini (warkop). Bahkan pejabat juga kadang nongkrong di sini,” ujar Santo. Ya, orang yang tidak tahu pasti akan heran mengapa siang-siang orang-orang tersebut tidak bekerja. Mengapa mereka bersantai saja.
Yang menarik, banyak mobil-mobil mewah yang terparkir jalan di depan warkop itu. Rupanya mobil-mobil itu kebanyakan adalah milik para pelanggan warkop Asiang. Maka orang sering heran, “cuma nyantai di warkop saja kok bisa bawa mobil mewah ya?” 
Pemilik warkop Asiang, Yohanes Fendi mengatakan, pengunjung warkopnya cukup beragam. Mulai dari kalangan bawah, pengusaha, sampai pejabat. “Kapolda, Danrem, Anggota DPRD pernah mampir ke sini,” ujarnya dengan bangga. Pengunjung juga tidak hanya berasal dari Pontianak tetapi juga dari Singkawang, Sambas, Jakarta. Ada juga pengunjung dari luar negeri misalnya, Kucing, Kuala Lumpur, Bangkok, dan lain-lain.
Kenapa diberi nama Asiang? “Kalau sampai malam, namanya ganti dong, amalam,” jawab Fendi, setengah bercanda.  Ya, warkop Asiang memang hanya buka pada pagi hingga siang. Sore sekitar pukul 03.00 warkop ini tutup.
Subuh hari sudah ada pelanggan yang datang di warkop ini. Karena itu, pukul 03.00 pagi Fendi sudah bersiap-siap membuka warkopnya. Sehabis olahraga atau jalan-jalan pagi, orang-orang kerap mampir dulu ke warkop ini. Sekadar menikmati teh hangat plus kue cucur atau kroket 
Yohanes Fendi sudah berumur. Usianya kini 60 tahun. Tapi masih cekatan melayani pembeli. Yang unik, Yohanes Fendi tak pernah mengenakan baju saat melayani pengunjung. Handuk kecil terselempang di pundaknya. Tak kelihatan seram meski ada tato di lengan kanan dan dadanya, karena justru itulah ciri khasnya.
Di warkop Asiang jarang sekali ada pengunjung yang membuka laptop. Wajar saja, karena di sana tak menyediakan fasilitas internet. Karena itu pengunjungnya kebanyakan orangtua. “Kalau cuma  transaksi dagang atau jual berlian emang tidak perlu internet,” ujar Hanafi pelanggan warkop Asiang.
Tetapi jangan salah, meski tak ada fasilitas internet, ternyata transaksi dagang bernilai ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah kerap terjadi di warkop ini. Hanafi bercerita soal ini. “Saya pernah menjual berlian seharga 170 juta di sini,” cerita lelaki 53 tahun ini.
Hanafi adalah seorang pedagang berlian dan batu mulia. Dia biasa menjual berbagai batu mulia seperti blue safir, zamrud, merah rubi, cat eye, dan lain-lain di meja warung kopi. Karena relasinya adalah pengusaha, maka yang djual juga bernilai tinggi.
Promosi bisa mengalir begitu saja sambil ngobrol. Kalau ada barang baru, dia bisa menawarkan pada temannya yang memang penggemar batu mulia. “Kalau deal, uang bisa saja langsung diserahkan di warkop,” ujar pria dengan 7 anak ini. Transaksi lain bisa berupa perjanjian dagang. “Biasa ada yang deal soal distribusi sembako di sini. Itu kadang nilainya miliaran,” tambah Hanafi.
Tetapi tentu saja nongkrong di warkop Asiang tidak melulu dikaitkan dengan transaksi bisnis. Ada juga pengunjung yang hanya ingin nyantai. Ngobrol bebas tentu iya. Meski tanpa embel-embel pengusaha. Mereka orang kebanyakan. Artinya warung kopi Asiang bukanlah hak eksklusif bagi para pengusaha saja. “Warung kopi itu tempat mencari inspirasi bagi siapa saja,” ujar Deman Huri Gustira, pengunjung setia warkop ini.
Menurut Deman huri , orang sebenarnya bisa belajar demokrasi dari warung kopi. Sebab di warung kopi semua orang bisa berbicara apa saja, tanpa membedakan suku, agama, dan golongan. “Di sini kan membaur. Satu meja bisa diisi Melayu, Dayak, Jawa, dan Madura. Nggak ada yang berantem di sini,” ungkapnya. Tak jarang ditemui, warung kopi yang pemiliknya dari etnis tionghoa, tetapi karyawannya Dayak dan Madura. Sementara pelanggannya Melayu, Batak, Jawa dll.
Soal ini tentu tak begitu penting bagi pemilik warkop. Yang penting warkopnya bisa terus didatangi pelanggan. Semakin banyak pelanggan semakin untung. Tetapi supaya pelanggan tetap bertahan, Yohanes Fendi mengaku punya resep khusus. Ternyata resep khusus itu ada pada kopi yang disuguhkan di warkop itu. ”Khusus untuk kopi saya olah sendiri di rumah. Saya cari biji kopi yang paling baik,” kata Fendi. Fendi memang memproduksi sendiri bubuk kopi di rumahnya. Dengan begitu standar kualitas kopi yang dihasilkan bisa terjaga.
Karena itu dengan percaya diri, Yohanes Fendi mengklaim kopi di warkopnya adalah yang paling enak. “Kalau tidak percaya silakan cicipi sendiri,” ujarnya seraya mengacungkan jempol kanannya. Selain pandai meracik kopi, Yohanes juga pandai meracik warung kopi-nya agar selalu disenangi oleh pengunjung. (“”)


COMMENTS

Name

adsense,1,analisis,19,android,3,anime,1,apps,1,arafah,1,bank,1,barcelona,2,baterai,1,batre,1,battre,1,berita bola,2,bluemoon,1,bola,3,boros,1,browser,4,bulanbiru,1,camera,2,cara,2,chelsea,1,chrome,2,cleanenergy,1,cleanpower,1,creditcard,1,cyberlife,25,damage,1,daya ingat,1,defrag,1,doodle,1,energysehat,2,facebook,3,fakta,1,feature,17,finansial,1,fragmentasi,1,fungsi,1,gadged,1,Gadget,4,games,5,gempa,2,gigi,1,gmail,1,google,6,google maps,1,hacker,5,harddisk,2,harddrive,3,hardisk,2,hdd,3,hemat,1,Hiburan,5,hightech,2,ICC,1,icc 2015,2,indept news,12,indonesia,5,intenet,2,internet,1,INVESTIGATIVE REPORTING,12,ios,1,Islam,1,kartukredit,1,kebenaran,1,kehidupan,1,kenyataan,1,kesehatan,17,komputer,12,kuota android,1,laptop,5,malang,1,mastercard,1,meme,1,menangis,1,microsoft,10,motogp,1,mouse,1,mudik. motor,1,naruto,1,news,41,Office,2,OPINI,9,otak,1,papua,1,pc,4,pengendara,1,perawatan,3,pes,1,polandia,1,puasa,1,recovery,1,rupiah,1,savingpower,1,sepak bola,4,shopping,1,socialmedia,1,sport,2,sport news,6,spot news,21,techno,2,tekno,49,teknologi,3,tips,7,tips android,3,Tips Bloger,1,tombol tengah,1,trick,4,tutorial,24,ubisoft,1,unik,4,video,2,watchdogs,1,whirlpool,1,windows,10,windows 10,5,windows 7,1,windows 8,1,wiping,1,word,1,xbox,1,youtube,3,
ltr
item
SUARA PENYUNGKIL: warkop asiang..
warkop asiang..
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBl34GKIJVMWGtUt8bwdipOlrw3qXB5YcH_j1brcebZSp1EKZbdD8SGXHAJbixcCME46GM02vhAtpKWOoiQ-qWC96tdmc3PYShnva7zAWXiH2eIoy2m8AI2sNlvAlWkpsLWN7bi32uINE/s1600/1479021_10202944835686086_1987234350_n.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBl34GKIJVMWGtUt8bwdipOlrw3qXB5YcH_j1brcebZSp1EKZbdD8SGXHAJbixcCME46GM02vhAtpKWOoiQ-qWC96tdmc3PYShnva7zAWXiH2eIoy2m8AI2sNlvAlWkpsLWN7bi32uINE/s72-c/1479021_10202944835686086_1987234350_n.jpg
SUARA PENYUNGKIL
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/04/warkop-asiang.html
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/
http://suarapenyungkil.blogspot.com/2014/04/warkop-asiang.html
true
4155390560307898316
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy