Di kabupaten Sambas tepatnya di kecamatan Paloh Desa Malek, Berdiri satu Bangunan sekolah yang megah. Sekolah yang letaknya 700...
Di
kabupaten Sambas tepatnya di kecamatan Paloh Desa Malek, Berdiri satu Bangunan
sekolah yang megah. Sekolah yang letaknya 700 meter dari jalan utama desa Malek
ini benama SMPN 7 Paloh.
SMPN 7
Paloh, dibangun melalui program Pembangunan Unit Sekolah Baru, dengan mekanisme partisipasi masyarakat menggunakan
dana hibah
dari partisipasi Australia
program kemitraan Australia-Indonesia dengan tahun anggaran 2013. Biaya
pembangunan satu unit sekolah ini, menghabiskan dana sebesar Rp 2.179.260.000.
SMPN 7 paloh ini diresmikan pada tanggal 31
desember 2013 oleh Komite pembangunan unit sekolah baru di Paloh Kab Sambas
Kalimantan Barat.
Memiliki
gedung yang mewah, ternyata belumlah cukup untuk membuat kegiatan belajar
mengajar di sekolah ini menjadi efektif. Karena SMPN 7 ini masih kekurangan
tenaga pengajar.
“Guru
yang devinitif, 3 orang termasuk kepala sekolah, sisanya itu tinggal 9 orang
itu untuk tenaga honorer” ungkap Aspan ketika ditemui di SMPN 7 Paloh.
Aspan
juga mengatahkan bahwa, selain kekurangan tenaga pengajar SMPN 7 Paloh ini juga
belum memiliki kelengkapan infrastruktur sekolah seperti buku serta perpustakaan
untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Untuk
fasilitas, itu nampaknya banyak sekali, tapi yang lebih dominan adalah sarana
buku pelajaran, kemudian bahan bacaan di perpustakaan, kosong masih kosong.
Saya rasa yang lebih doninan itu buku-buku pelajaran, nah itu yang sangat
penting nampaknya” jelass Aspan.
Tidak
jauh berbeda dengan apa yang di ungkapkan Aspan
selaku kepala sekolah di SMPN 7 Paloh ini, Osama yang merupakan siswa
SMPN ini juga mengeluhkan perihal kekurangan buku disekolahnya. Siswa kelas 7
ini seringkali kesulitan mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya,
dikarenakan tidak adanya buku penunjang untuk menjadi acuannya dalam belajar.
“Da’an
bise ngarajekan PR kak, bukunye si’an” keluh Osama dengan wajah yang memelas.
Selain
guru yang kurang dan buku serta perpustakaan yang masih kosong, SMPN yang baru
memiliki dua kelas dengan 85 orang di tiga lokal ini juga belum memiliki
laboratorium.
“Lab
belum ada, nah yang jelas inikan baru gedung sekolah, gedung belajar, nah
bangunan wc kantor sama perputakaan yang ada” ungkap Aspan di akhir
perbincangan.
COMMENTS